Rabu, 05 Desember 2012
History Of SENANDUNG HIKMAH
Senandung Hikmah sendiri lahir dari kalangan aktifis kampus kala itu. Lahirnya Senandung Hikmah adalah sebagai jawaban atas perkembangan musik yang tidak bertanggung jawab. Tahun 1995 Senandung Hikmah beranggotakan 6 orang dengan nama Nurul Hikmah, yaitu mengambil sebuah nama masjid tempat mereka latihan. Namun pada tahun 1998 mengganti kata “Nurul” menjadi “Senandung” yang artinya lantunan. Maka dengan semangat dakwah mereka kembali dengan 10 orang personil. Melihat perkembangan dakwah yang makin luas, maka mereka keluar dari lingkungan kampus menuju dunia yang lebih nyata.
Pada tahun 2004 Senandung Hikmah mengikuti Festival Nasyid Indonesia (FNI) di Indosiar, dengan jumlah personil 5 orang personil berhasil menjadi Juara III Nasional. Dan juga mengukuhkan sebagai kelompok Nasyid yang sudah diperhitungkan di tingkat Nasional, pada tahun itu juga mengeluarkan album Kompilasi FNI 2004 dengan judul album Festival Nasyid Indonesia. Tahun 2006, merupakan tahun perwujudan eksistensi didunia musik nasyid Indonesia mengeluarkan album Perdana yang bertanjuk SENANDUNG HIKMAH, dengan formasi solid personil Mashuri, Abdillah Husein, Edi Purnomo dan Usep Tiesnajaya
sumber : http://senandunghikmah.multiply.com/journal/item/21/About-Senandung-Hikmah
Selasa, 04 Desember 2012
APA ITU NASYID ?
Oleh : Almuzzammil Yusuf
Seni atau kesenian memiliki banyak bidang. Salah satunya adalah seni suara . Kaum muslimin—utamanya para ahli seni Islam, ulama, penyair Islam, aktivis gerakan Islam—adalah pihak yang paling gigih dalam berupaya menghadirkan ruh Islam dalam pentas seni suara .
Jika kita tarik jauh ke belakang , sesungguhnya upaya kreatif menghadirkan ruh Islam pada dunia senia suara, sesungguhnya telah berlangsung sejak masa Rasulullah . Syair "thola’al badru ‘alaina…"(telah muncul rembulan di tengah kami…) -- yang kini kerap dinyanyikan oleh tim qosidah dan majelis ta’lim, adalah syair yang dinyanyikan kaum muslimin saat menyambut kedatangan Rasulullah SAW untuk pertama kali ke Madinah.
Upaya kreatif tersebut terus berlangsung hingga kini. Perkembangan , warna, tema yang mengisi seni suara tersebut tak dapat dilepaskan dengan situasi dan kondisi zaman yang mengitarinya. Misalnya saja seni suara Islam yang lahir di Timur Tengah , yang banyak mengumandangkan pesan-pesan jihad Palestina, perlawanan terhadap Yahudi-Israel dan kesyahidan, karena itulah latar situasi politik yang tengah mereka hadapi di depan mata mereka. Seni suara tersebut terkenal dengan sebutan Nasyid Islam (Senandung Islam).
Fenomena Nasyid tersebut juga berimbas ke Indonesia sekitar era 80-an. Lagu-lagu asli bahasa Arab dinyanyikan oleh pemuda-pemuda Indonesia. Namun kini perkembangan kelompok Nasyid Indonesia telah mampu mengarang Nasyid berbahasa Indonesia dengan tema-tema lagunya yang semakin meluas (tidak hanya tema jihad dan kesyahidan) , dipengaruhi oleh situasi kondisi kemasyarakatan yang mengitari masyarakat Indonesia. Upaya kelompok nasyid Indonesia -- yakni kelompok nasyid Snada, Suara Persaudaraan, Izatul Islam, Asyabab, Harmoni Voice, Sam Abdullah , Bijak, dan lain-lain --tersebut telah mengahasil lebih dari 10 kaset , yang beredar di kalangan Remaja Masjid , Rohis SMA dan Kampus. Oleh karenanya tak heran kalau kegiatan keislaman Remaja Masjid , Rohis SMA dan Kampus kerap diselingi dengan penampilan tim-tim nasyid.
Trend tersebut, sekalipun masih berusia + satu dasawarsa, agaknya telah menunjukkan gairah yang luar biasa. Agaknya sambutan antusia tersebut beriring dengan munculnya kesadaran berislam di kalangan sebagian remaja dan pemuda-pemudi Islam . Sehingga merekapun mencari penyaluran gairah seni suaranya kepada jenis senia suara yang ber-ruh Islam.
Satu aspek yang memang harus kita terus tumbuh kembangkan, apalagi mengingat sinyalemen kerusakan moral dan penyalah gunaan obat di sebagain "ABG" dan pemuda/i kita.
sumber:www.cybernasyid.com dan http://nurmestika1.blogdrive.com/
Langganan:
Komentar (Atom)



